Panduan Cerita Rider

Melalui foto-foto selama perjalanan, kami mengundang riders untuk membagikan kembali pengalaman tersebut dari sudut pandang masing-masing dan berkolaborasi bersama @bentangjawa. Tidak ada satu pun di sini yang bersifat wajib. Panduan ini ada agar setiap cerita tetap terasa personal sekaligus menjadi bagian dari visual journal Bentang Jawa.


DO

1. Keep the cover clean

Slide pertama tidak menggunakan teks, judul, logo tambahan, stiker, frame, atau elemen grafis. Biarkan foto membuka cerita dengan sendirinya — itulah yang menyatukan visual journal ini ketika cerita setiap rider berjejer bersama.

Watermark Bentang Jawa yang sudah ada pada foto adalah milik kami, bukan elemen tambahan. Biarkan tetap di tempatnya. Aturan ini mengenai apa yang ANDA tambahkan di atasnya.

2. Tell your own story

Gunakan caption untuk menceritakan pengalaman dari perspektif pribadi. Cerita bisa berupa:

  • momen yang paling diingat
  • kesulitan atau tantangan dalam perjalanan
  • hal yang dipelajari tentang diri sendiri
  • pertemuan dengan orang-orang di perjalanan
  • momen ketika hampir menyerah
  • alasan untuk terus bergerak
  • hal kecil yang ternyata menjadi sangat berarti
  • bagaimana Bentang Jawa terasa setelah semuanya selesai

Rider bebas menyampaikan cerita dari perspektif masing-masing.

3. Use the photos to build the story

Jika menggunakan carousel, gunakan foto sebanyak yang dibutuhkan untuk menceritakan pengalaman Anda dengan baik.

4. Keep the photos natural

Gunakan file foto dengan resolusi terbaik yang diberikan Bentang Jawa.

Crop diperbolehkan selama tidak mengurangi konteks utama foto — dan tidak untuk memotong watermark Bentang Jawa.

Editing ringan diperbolehkan untuk kebutuhan exposure atau framing, tetapi pertahankan karakter asli foto.

5. Give context

Berikan konteks secukupnya agar orang lain dapat memahami momen yang dibagikan di dalam konten.

6. Invite @bentangjawa as Collaborator

Setelah konten siap:

  • Tag @bentangjawa
  • Gunakan #BentangJawa2026
  • Invite @bentangjawa sebagai Collaborator

DON’T

1. Jangan mengubah cover menjadi poster

Hindari menambahkan: quote, headline, cap number graphic, logo sponsor, watermark pribadi, atau template desain.

2. Jangan menggunakan foto dengan kualitas rendah

Hindari: screenshot dari Instagram atau WhatsApp, foto yang telah terkompresi berkali-kali, dan foto blur apabila tersedia alternatif yang lebih baik.

Gunakan foto yang diberikan. Diperbolehkan menambahkan slide yang menggunakan foto yang dihasilkan sendiri, namun tidak untuk digunakan pada cover konten.

3. Jangan melakukan editing berlebihan

Hindari: filter berat, perubahan warna ekstrem, AI-generated additions, serta menghilangkan atau menambahkan objek yang mengubah konteks kejadian.

Dokumentasi Bentang Jawa harus tetap merepresentasikan apa yang benar-benar terjadi, dan tidak melakukan editing pada cover.

4. Jangan menjadikan kolaborasi sebagai ruang promosi

Hindari: hard-selling produk, promotional copy, brand endorsement yang tidak berkaitan langsung dengan cerita, dan menjadikan foto sebagai materi iklan.

Produk atau perlengkapan tentu boleh disebut apabila memang menjadi bagian organik dari cerita.

5. Bercerita dengan integritas

Refleksi, kritik, kesulitan, dan perbedaan perspektif diperbolehkan.

Namun hindari: personal attack, tuduhan yang tidak terverifikasi, mempermalukan rider lain, membuka informasi pribadi orang lain tanpa izin, konten yang mengandung SARA, dan konten yang bersifat menyesatkan.


Menggunakan foto untuk keperluan komersial, bukan untuk cerita Anda sendiri? Lihat halaman lisensi foto.